Australia Longgarkan Impor Sapi AS, BUMD Dharma Jaya Datangkan 5.000 Ekor

Ilustrasi daging sapi (Ist)

JAKARTA, SP – Pemerintah Australia akhirnya membuka pintu lebih lebar bagi daging sapi asal Amerika Serikat. Keputusan ini disambut Presiden Donald Trump sebagai kemenangan besar dalam perang dagangnya. Kesepakatan ini diumumkan Australia pada Kamis (24/7/2025) waktu setempat, setelah melakukan evaluasi berbasis sains dan risiko sistem pelacakan serta pengendalian penyakit ternak di AS.

Menteri Pertanian Australia, Julie Collins, menyebut risiko biosekuriti yang dulu menjadi kekhawatiran kini telah terkelola dengan baik berkat perbaikan sistem monitoring peternakan AS.
Melansir Reuters, meski secara teknis pasar Australia terbuka untuk daging sapi AS sejak 2019, hanya sedikit eksportir yang mampu memenuhi syarat ketat ternak harus lahir, dibesarkan dan disembelih sepenuhnya di AS. Sebab praktik umum menunjukkan sapi kerap berpindah antarwilayah terutama Kanada dan Meksiko tanpa jejak dokumentasi yang memadai.

Kini, Australia siap melonggarkan persyaratan tersebut. Mulai 28 Juli, perusahaan Australia sudah bisa mengajukan izin impor. Pemerintahan Trump mengklaim ini sebagai kemenangan besar. Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyebut hambatan yang disebut tidak beralasan akhirnya dihapus.

Sementara itu, Perumda Dharma Jaya mendatangkan 750 ekor sapi impor dari Australia pada pertengahan Juli 2025. Kedatangan ini merupakan bagian dari tahap kedua program pengadaan 5.000 ekor sapi impor yang ditargetkan rampung sepanjang tahun 2025. Total 1.250 ekor sapi impor kini telah berada di fasilitas penggemukan Dharma Jaya di Serang, Banten.

Direktur Utama Perumda Dharma Jaya, Raditya Endra Budiman, menjelaskan pengadaan 750 ekor sapi ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah mendatangkan 500 ekor sapi pada awal Mei lalu.

Setelah melalui masa penggemukan selama tiga bulan, sapi-sapi pada tahap pertama kini memasuki masa siap jual. “Kedatangan 750 ekor sapi ini merupakan pengiriman tahap kedua. Prosesnya sama dengan yang sebelumnya,” ujar Raditya dari keterangannya, Jumat (25/7/2025).[PR/SP]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*