LEBAK, SP – Rangkaian festival qasidah rebana se-Kabupaten Lebak di Desa Prabugantungan, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Banten sukses menarik perhatian warga. Festival yang diinisiasi relawan Desa untuk Ganjar (Des Ganjar) Banten itu diikuti 53 kelompok qasidah yang menunjukkan kebolehannya bermain rebana di atas panggung.
Setiap kelompok diisi delapan sampai 10 orang. Satu orang melantunkan syair-syair indah serta selawat kepada Nabi Muhammad SAW dan sisanya menabuh rebana dengan irama kompak.
Peserta berasal dari 28 kecamatan yang mencakup 340 desa dan lima kelurahan se-Kabupaten Lebak. Mulai dari ibu-ibu majelis taklim hingga pondok pesantren mengikuti acara tersebut.
Ajang kompetisi tingkat kabupaten itu digelar selama dua hari, 16-17 September 2023. Jelang sore hari, antusiasme warga meningkat dan memadati area acara untuk mendukung jagoannya.
Maslikah (57) salah satu warga Desa Sajira, Kecamatan Sajira, sangat antusias untuk ikut menonton perlombaan qasidah tersebut. Meski tempat tinggalnya dengan lokasi lomba berjarak cukup jauh dan menempuh waktu dua jam lebih, tapi tak menyurutkan niatnya bersama rombongan Desa Sajira menonton dan mendukung tim andalannya.
“Banyak (yang datang dari Desa Sajira) 30 lebih ada yang pakai motor ada yang pakai mobil. Ke sini dalam rangka ikut lomba tingkat kabupaten kita, untuk menyemangati peserta kita dari Sajira,” ucap Maslikah, Minggu (17/9/2023).
Menurut Maslikah, ramainya animo warga disebabkan penyelenggaraan “Festival Qasidah Rebana” tingkat kabupaten ini baru pertama digelar usai pandemi Covid-19. Warga Kabupaten Lebak butuh sebuah wadah untuk mengekspresikan bakat dan ketrampilan seni musik Islami. Festival Qasidah Rebana yang digelar Des Ganjar Banten inilah solusi dari keresahan warga.
“Kalau di Kabupaten Lebak baru dua tahun terakhir ini mengadakan festival rebana. Makanya sekarang Des Ganjar Banten mengadakan festival,” kata dia.
Dikatakan, peserta cukup banyak karena antusiasme grup-grup qasidah di daerah. Diperlukan juga wadah-wadah untuk menunjukan kemampuan dan bakat-bakat peserta. Salah satu peserta dari kelompok Ar-rizal, Tohani (50) mengungkapkan perlombaan ini menjadi wadah pelestarian seni budaya qasidah di wilayah Lebak.
Ketua Des Ganjar Banten Agus Wisas menjelaskan kegiatan ini wujud realisasi aspirasi masyarakat dari konsolidasi yang dilakukan simpatisan Ganjar Pranowo beberapa waktu lalu.
“Ini berawal dari aspirasi majelis taklim, pondok pesantren yang ingin mereka tampil dalam sebuah festival, baru kita berembuk dan alhamdulillah pada hari ini Des Ganjar Banten mewadahi festival tersebut,” ucap Agus. [CR-3]

Leave a Reply