Di Nias Disebut “Gamumu”, Tepung Nusantara dari Talas Kimpul Mencegah Diabetes

Ilustrasi olahan talas kimpul.

BOGOR, SP – Indonesia memiliki ragam bahan pangan sehat yang sudah diwariskan dari para leluhur. Sayangnya, ketersediaannya mudah diakses sehingga tingkat konsumsi juga rendah.

Salah satunya adalah talas kimpul atau juga disebut talas belitung (Xanthosoma sagittifolium). Keberadaan talas ini cukup menyebar di sejumlah daerah dan ada juga mempunyai nama lokal sendiri.

Dikutip dari kabarpangan.com menyebutkan masyarakat Nias menyebut talas kimpul dengan sebutan “gamumu” dalam bahas lokal. Sejauh ini hanya dikonsumsi langsung dan beberapa wilayah mengolahnya menjadi keripik.

“Gamumu atau kimpul ini cukup banyak di kebun-kebun petani. Cukup mudah dan tidak butuh perawatan khusus. Ada yang olah menjadi keripik,” ucap Chist Daeli, warga Nias Barat, Sumatera Utara.

Akhir Desember 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten Nias Barat melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian pernah menggelar pelatihan pembuatan keripik Gamumu tersebut. Pelatihan tersebut bertujuan menigkatkan penguasaan keterampilan dan diharapkan bisa berinovasi dan mengembangkan usaha produktif.

Seperti diketahui, talas kimpul ini sangat menyehatkan karena indeks glikemik rendah dan bebas dari gluten (gluten free). Beberapa olahan dari talas kimpul sangat menyehatkan, mencegah diabetes dan tidak menyebabkan gangguan pencernaan karena tidak mengandung gluten.

Saat ini sudah ada tepung talas kimpul (talas belitung) yang dikenal dengan Tepung Nusantara. Salah satu olahannya adalah pizza dengan brand Pizza De Talas.

Penggagas tepung talas kimpul ini, Irene Hartanto, adalah pelaku usaha yang sebelumnya giat mendampingi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Bogor, Jawa Barat. “Tepung talas kimpul sangat menyehatkan. Sejumlah penelitian sudah membuktikan. Bebas gluten atau gluten free dan indeks glikemik rendah. Aneka makanan yang diolah dari talas kimpul ini sangat menyehatkan,” ujarnya, belum lama ini.

Dikatakan, tepung talas ini merupakan pangan lokal yang menyehatkan karena kaya serat dan nutrisi. Dalam bahasa Inggris biasa dikenal dengan blue taro. Saat ini, Irene bermitra dengan para petani dan ibu-ibu di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) memproduksi talas kimpul dan mengolahnya menjadi tepung. [KP/SP]

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*