BCA Life Cetak Premi Rp2 Triliun, Tertinggi dalam 12 Tahun di Tengah Tekanan Industri

JAKARTA, SP – PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life), anak perusahaan dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA), mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025, didukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan strategi yang berfokus pada kebutuhan nasabah.

Presiden Direktur & Chief Executive Officer (CEO) BCA Life, Eva Agrayani, menuturkan kinerja positif perseroan sepanjang 2025 mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

“BCA Life tidak hanya berfokus pada ekspansi bisnis, tetapi juga memastikan setiap pertumbuhan ditopang fundamental yang kuat, manajemen risiko yang prudent, serta komitmen jangka panjang dalam memberikan perlindungan bagi nasabah,” kata Eva dalam keterangam tertulisnya pekan lalu.

Di tengah tekanan yang masih membayangi industri asuransi jiwa nasional, PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) justru menunjukkan akselerasi kinerja yang impresif sepanjang 2025. Perseroan berhasil membukukan pendapatan premi lebih dari Rp2 triliun. Ini merupakan pencapaian tertinggi dalam 12 tahun terakhir dan melonjak dari Rp1,5 triliun pada 2024.

Capaian tersebut semakin menonjol karena diraih saat industri asuransi jiwa mencatat penurunan pendapatan premi sebesar 1,8%. Berbeda dengan tren industri, BCA Life mampu mencatat pertumbuhan premi sebesar 32,91%, yang ditopang optimalisasi kanal distribusi, terutama melalui sinergi bancassurance bersama BCA dan Grup BCA. Kinerja solid itu turut tercermin pada pertumbuhan total aset perseroan yang melonjak 39,29%, dari Rp3,36 triliun pada 2024 menjadi Rp4,68 triliun pada 2025.

Di saat yang sama, laba setelah pajak tercatat mencapai Rp96,61 miliar. Adapun total pembayaran klaim dan manfaat mencapai Rp465,28 miliar, mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga kepercayaan sekaligus memenuhi kewajiban kepada nasabah.

Sejalan dengan pertumbuhan bisnisnya, BCA Life mencatat kenaikan nilai investasi sebesar 43,67% menjadi Rp4,31 triliun pada 2025, dari Rp3 triliun pada tahun sebelumnya.
Portofolio investasi perseroan didominasi Surat Berharga Negara (SBN) yang dinilai stabil, terukur, sekaligus mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Di sisi lain, BCA Life juga menjaga fundamental keuangan yang kuat dengan tingkat solvabilitas (Risk Based Capital/RBC) sebesar 431,20%, jauh melampaui batas minimum regulator.

Diakui Eva, memasuki 2026, perseroan optimistis mampu menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan kapabilitas distribusi, peluncuran produk yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, optimalisasi pengalaman nasabah yang terintegrasi dengan ekosistem digital, serta peningkatan literasi dan inklusi asuransi di Indonesia.
Penguatan fundamental bisnis BCA Life turut ditopang kesiapan implementasi standar pelaporan keuangan global IFRS 17/PSAK 117 sesuai target OJK. Melalui penguatan sistem, proses bisnis, dan kapabilitas SDM, perseroan memastikan transisi berjalan optimal sekaligus mempertegas komitmennya terhadap transparansi, tata kelola, dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. [PR/BW]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*