CIREBON, SP – Sukarelawan Pandawa Ganjar aktif melakukan pertemuan dengan para seniman/budayawan untuk mendengarkan aspirasi dan kebutuhan terkait perkembangan seni budaya. Kali ini, sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo itu menggelar Sarasehan dan Dialog Seni dan Budaya bersama puluhan seniman-budayawan serta warga di Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (9/9/2023).
Koordinator Wilayah (Korwil) Pandawa Ganjar Jawa-Bali Haldoko Danantyas Subandoro menyatakan pihaknya bersama 50-an seniman-budayawan dan warga membahas kurangnya minat generasi muda terhadap kesenian dan kebudayaan khas Cirebon, contohnya tari topeng dan jaipong.
“Banyak sekali kesenian dan kebudayaan yang belum bisa up (ditingkatkan) lebih lanjut. Karena generasi muda penerus bangsa tidak banyak yang antusias melanjutkan warisan budaya dan seni,” ujar dia.
Untuk itu, sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo ini terus membangkitkan dan mengembangkan kesenian dan kebudayaan Cirebon. “Kegiatan ini dilatarbelakangi dari keresahan budayawan dan seniman untuk mensosialisasikan kepada generasi muda” ucapnya.
Pria yang akrab disapa Danan itu menuturkan para seniman dan budayawan mengeluhkan kurangnya wadah seperti sanggar dan pelatihnya bagi generasi muda.
“Yang dikeluhkan para seniman adalah mereka memiliki banyak kesenian dan kebudayaan yang bisa dikembangkan, tetapi keterbatasan akses dan fasilitas,” ucapnya.
Pandawa Ganjar menampung aspirasi tersebut dan akan dikonsolidasikan dengan program bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo terkait seni-budaya yang sudah diterapkan di Jawa Tengah. “Harapannya, program-program yang sudah dilaksanakan Pak Ganjar di Jawa Tengah di bidang seni budaya dapat diterapkan dalam skala nasional,” katanya.
Bukan hanya dialog dan sarasehan, Pandawa Ganjar juga menampilkan tari topeng untuk memberikan stimulasi kepada generasi muda dalam melestarikan kesenian khas Cirebon.
Pedri Febrianto sebagai pelaku seni dan budaya menilai dialog seni budaya ini sangat positif. Dia berharap setelah adanya dialog itu, kesenian Cirebon bisa terus berkembang.
“Mudah-mudahan, harapan saya, Pak Ganjar jika jadi presiden bisa menghidupkan kembali seni budaya yang mulai pudar di sini,” katanya.
Pria berusia 30 tahun ini juga berharap dibuatkan sanggar-sanggar tari beserta pelatihnya agar generasi muda bisa terus mengembangkan kesenian daerah. “Saya ingin difasilitasi, tari jaipong dibikinkan sanggarnya, didatangkan pelatihnya agar hidup lagi seni dan budaya,” katanya.
Dia juga berharap Ganjar Pranowo jika terpilih sebagai presiden Indonesia bisa memperhatikan kesejahteraan seniman dan budayawan di Cirebon. “Jika Pak Ganjar menang, harapannya seniman-seniman di Cirebon bisa hidup kembali seperti dulu, tidak padam,” katanya. [CR-2]

Leave a Reply