Tingkatkan Kompetensi, Pertalindo Gelar Pelatihan Pemodelan Kualitas Udara

Peserta pelatihan pemodelan kualitas udara.

JAKARTA, SP – Kualitas udara perlu selalu ditingkatkan untuk menjamin kondisi lingkungan yang aman bagi semua pihak. Untuk itu, Perkumpulan Tenaga Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (Pertalindo) menggelar pelatihan pemodelan kualitas udara untuk meningkatkan kompetensi profesi dalam bidang tersebut.

Pelatihan diikuti 20 peserta tenaga ahli lingkungan dari 20 provinsi se-Indonesia itu digelar selama Sabtu-Minggu (24-25/6/2023) di Jakarta. Kegiatan dibuka oleh Ketua Umum DPN Pertalindo Ilan R. Suriadi dan Sekjen I Christian Pasaribu dengan pemateri utama Yeremiah Rubin Tjamin selaku akademisi dan praktisi Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan hidup).

Ilan Suriadi dan Christian Pasaribu menjelaskan DPN Pertalindo selalu mendorong komitmen untuk meningkatkan kompetensi seluruh praktisi Amdal dan tenaga ahli lingkungan secara umum. Untuk itu, pelatihan digelar secara berkala dengan prioritas pada anggota Pertalindo se-Indonesia.

Ilan R. Suriadi (kedua dari kanan) dan Christian Pasaribu (paling kanan).

“Seluruh aspek kompetensi harus ditingkatkan sehingga ada jaminan bagi kualitas lingkungan hidup. Inilah perlunya kehadiran Pertalindo dalam mendorong peningkatan kompetensi profesi tersebut,” kata Ilan.

Christian menambahkan pelatihan pemodelan kualitas udara dengan software Aermod View dan Aloha sangatlah bermanfaat. Apalagi dengan pemateri profesional dan berpengalaman sehingga pesertanya pun dibatasi 20 orang.

Dikatakan, Pertalindo secara rutin menggelar pelatihan sejenis sejak beberapa tahun terakhir dan sangat dirasakan manfaatnya oleh para peserta dalam penyusunan Amdal. “Dalam pelatihan ini, dibahas pemodelan kualitas udara dari sumber emisi yang bergerak, tidak bergerak dan emisi fugitif,” ujarnya.

Adapun pemateri adalah Yeremiah Rubin Tjamin yang sudah beberapa kali memberikan pelatihan dari DPN Pertalindo sangat memahami pengukuran kualitas udara tersebut. Pengalaman yang cukup banyak dari nara sumber sangat bermanfaat untuk mengasah kompetensi dan memperluas wawasan peserta.

Seperti diketahui, The American Meteorology Society Environmental Protection Agency Regulatory Model (Aermod) adalah perangkat lunak berbasis model Gaussian plume yang direkomendasikan oleh US Environmental Protection Agency (EPA) untuk simulasi kualitas udara. Aermod merupakan model dispersi spasial kualitas udara yang ditujukan untuk pemenuhan terhadap peraturan, dan mampu memprediksi penyebaran kualitas udara hingga 50 sumber yang berbeda-beda (sumber titik, luas, atau volume), selain itu penyebaran kualitas udara dari sumber sumber bergerak juga dapat diprediksi.

Sedangkan Areal Locations of Hazardous Atmospheres (Aloha) adalah model sebaran udara untuk evaluasi kemungkinan (skenario) kebocoran senyawa kimia dan memprediksi sebaran
pipa patah, kebocoran tanki, tumpahan gas atau bahan kimia berbahaya yang dapat masuk ke udara setelah terjadinya insiden. [CR-2]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*