Perjuangan Berhasil Jika Perempuan Adat Bertahan, Margareta ST Beraan Terpilih Jadi Ketua Umum PEREMPUAN AMAN

Pimpinan PEREMPUAN AMAN dalam Temunas IV di Bogor, Jawa Barat.

BOGOR, SP – Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Rukka Sombolinggi menyatakan perempuan adat memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan, mempertahankan wilayah adat, dan memastikan peradaban Masyarakat Adat tetap bertahan.
Peran ini menempatkan Persekutuan Perempuan Adat Nusantara (PEREMPUAN) AMAN sebagai kekuatan strategis dalam perjuangan kolektif Masyarakat Adat.

“Perjuangan Masyarakat Adat berhasil ketika perempuan adatnya terus bertahan,” kata Rukka dalam sambutannya pada penutupan Temu Nasional (Temunas) IV PEREMPUAN AMAN di Bogor, Jawa Barat, Senin (19/10) malam.

Dikatakan, keberhasilan perjuangan Masyarakat Adat tidak dapat dipisahkan dari ketangguhan perempuan yang terus menjaga kehidupan dan mempertahankan wilayah adat, bahkan ketika tekanan membuat pihak lain menyerah.

Menurut Rukka, ketangguhan perempuan adat tumbuh dari kehidupan komunal di kampung. Dalam kehidupan Masyarakat Adat, keberlangsungan hidup tidak dibangun semata-mata melalui kemampuan individu, tetapi melalui kerja bersama, tanggung jawab terhadap komunitas, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan dan upacara adat.

“Keberlangsungan hidup kita basisnya adalah kolektif,” ujarnya seperti dilansir aman.or.id.

Rukka menuturkan nilai kolektivitas tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Perempuan Adat dalam merawat hubungan sosial, menjaga tradisi, dan mempertahankan kehidupan komunitas. Ketika wilayah adat menghadapi ancaman, sebutnya, perempuan kerap berada di garis depan untuk memastikan keluarga, kampung, dan pengetahuan leluhur tetap terjaga.

Sementara itu, Margareta Seting Tekwan Beraan terpilih sebagai Ketua Umum PEREMPUAN AMAN periode 2026–2031 melalui musyawarah mufakat dalam Temunas IV. Pemilihan berlangsung melalui musyawarah yang melibatkan perwakilan tujuh region hingga mencapai kesepakatan bersama tanpa pemungutan suara.

Margareta akan memimpin PEREMPUAN AMAN bersama Dewan Nasional (DeNas) periode 2026–2031. Susunan DeNas terpilih terdiri atas Marlina Taba sebagai Ketua, Evi Susanti sebagai Wakil Ketua I, dan Margaretha Lisiye Suwae sebagai Wakil Ketua II. Adapun anggota lainnya adalah Elwina Lamtiur Situmorang, Yurni Sadariah, Suparmi, dan Nofriyani Konofo.

Usai terpilih, Margareta menyoroti pentingnya keterlibatan kader dari berbagai komunitas dan generasi memperkuat organisasi. Perjumpaan dengan anggota baru menjadi modal bagi perkembangan PEREMPUAN AMAN ke depan.

“Saya senang sekali bertemu dengan orang-orang baru ini, dan saya yakin ini akan menjadi landasan atau dasar bagi perkembangan PEREMPUAN AMAN ke depan,” ujar Margareta.
Ia menegaskan kepemimpinan baru akan menjalankan mandat yang dirumuskan bersama anggota, termasuk program kerja dan statuta organisasi. Mandat tersebut menjadi pijakan untuk menjaga keberlanjutan gerakan sekaligus memperkuat kerja kolektif. “Apa yang sudah dicanangkan atau dipilih atau ditetapkan oleh teman-teman semua sebagai program kerja maupun statuta yang kita sepakati, itulah yang akan saya jalankan,” katanya. [MT/SP]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*