Visi Kota Mandiri, CitraRaya Tangerang Menjadi Ikon dan Tumbuh Bersama Masyarakat

TANGERANG, SP – Dengan luas sekitar 2.760 hektare, CitraRaya Tangerang, Banten, menjadi salah satu pengembangan kota terpadu skala besar Ciputra Group. Kawasan ini menjadi rumah bagi lebih dari 80.000 jiwa, dengan lebih dari 51 cluster hunian dan lebih dari 1.800 unit komersial mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Senior Marketing Manager CitraRaya Tangerang, Joni Jingga, menilai perjalanan kota mandiri pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga hubungan yang terbentuk antara kawasan dan masyarakat yang tinggal di dalamnya.

“Bagi kami, perkembangan CitraRaya bukan semata-mata tentang bertambahnya hunian atau fasilitas. Hal yang tidak kalah penting adalah kawasan ini menjadi bagian dari perjalanan hidup masyarakat. Ada keluarga membesarkan anak-anaknya, pelaku usaha membangun bisnis, dan generasi muda yang tumbuh bersama perkembangan lingkungannya. Ketika masyarakat dapat membangun kehidupan dan memiliki keterikatan dengan tempat tinggalnya, di situlah sebuah kawasan mulai berkembang menjadi kota yang sesungguhnya,” ujar Joni.

Pertumbuhan CitraRaya juga berjalan seiring dengan perubahan karakter Tangerang Barat. Kehadiran berbagai fasilitas dan kawasan komersial mendorong terbentuknya pusat aktivitas baru yang tidak hanya melayani penghuni, tetapi juga masyarakat dari wilayah sekitarnya.

CitraRaya berkembang sebagai salah satu pusat regional dan bisnis di Tangerang Barat, dengan beragam aktivitas ekonomi yang tumbuh berdampingan dengan kawasan hunian. Pusat pendidikan, Ciputra Hospital, area olahraga, pusat kuliner, retail, fasilitas keagamaan, dan destinasi rekreasi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang terus berkembang.

Kehadiran WaterWorld, EcoPlaza, dan Mal Ciputra Tangerang turut memperkaya pilihan aktivitas masyarakat. Fasilitas tersebut tidak hanya menjadi tujuan untuk berbelanja atau berekreasi, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi keluarga, komunitas, dan pelaku usaha.

Di sisi lain, pertumbuhan area komersial membuka peluang bagi berbagai kegiatan ekonomi yang mendukung dinamika kawasan. Perkembangan kota juga membawa perhatian yang semakin besar terhadap kualitas lingkungan. Pada 2011, CitraRaya memperkenalkan EcoCulture sebagai inisiatif untuk mendorong gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya melihat pembangunan perkotaan secara lebih menyeluruh, tidak hanya melalui infrastruktur, tetapi juga melalui kebiasaan masyarakat dalam menggunakan dan menjaga lingkungannya. Keberadaan ruang hijau, fasilitas publik, serta berbagai inisiatif yang mendorong kesadaran terhadap lingkungan menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Perubahan kebutuhan masyarakat urban kemudian mendorong CitraRaya memperkenalkan konsep 10-Minute City pada 2024. Melalui pendekatan ini, berbagai kebutuhan penting, seperti pendidikan, kesehatan, pusat komersial, olahraga, rekreasi, dan fasilitas publik, diarahkan agar dapat dijangkau dalam waktu sekitar 10 menit melalui pilihan mobilitas yang tersedia di dalam kawasan.

Memasuki 2026, dinamika perkembangan CitraRaya terus berlanjut melalui bertambahnya pilihan kuliner dan gaya hidup, pengembangan layanan kesehatan, serta hadirnya berbagai fasilitas dan destinasi baru. Perkembangan ini memperlihatkan bagaimana kebutuhan masyarakat terus menjadi bagian dari perjalanan kawasan yang telah tumbuh selama lebih dari tiga dekade.

Di sektor pendidikan, pembangunan Inspirasi Schools juga menjadi bagian dari perkembangan fasilitas di CitraRaya, dengan rencana operasional pada 2027. Kehadiran institusi pendidikan baru tersebut diharapkan dapat memperluas pilihan pendidikan bagi keluarga sekaligus melengkapi ekosistem aktivitas masyarakat di kawasan. [CR/SP]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*