JAKARTA, SP – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) berkomitmen mendorong Merauke, Papua Selatan, sebagai lumbung pangan baru Indonesia dan membangun ekosistem pangan modern, berkelanjutan, dan inklusif. Salah satunya dipertegas dalam seminar nasional di Merauke pekan lalu dengan tema Membangun Kedaulatan Pangan dari Papua: Peran BULOG, Pemerintah Daerah dan Koperasi Desa.
Dalam kesempatan tersebut, Perum Bulog juga melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan tiga perguruan tinggi di Papua, yaitu Universitas Musamus, Universitas Cenderawasih, dan Universitas Papua. MoU ini mencakup ruang lingkup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pengembangan pangan berkelanjutan.
Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto menegaskan Papua memiliki nilai strategis sebagai lumbung pangan baru Indonesia. Untuk itu, Bulog berkomitmen memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan daerah-daerah potensial seperti Papua.
“Seminar nasional ini mencari upaya mempercepat potensi Papua Selatan sebagai lumbung bangsa nasional. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, koperasi desa, dan lembaga pendidikan merupakan kunci agar Indonesia tidak hanya swasembada, tetapi benar-benar berdaulat pangan,” ungkapnya.
Gubernur Papua Selatan Apollo Safanpo menekankan pentingnya pemetaan potensi wilayah. Menurutnya, kegiatan ini akan sangat membantu pemerintah daerah dalam mengidentifikasi potensi-potensi dalam bidang pertanian maupun peternakan, juga sekaligus mengevaluasi kerja-kerja yang sudah dilaksanakan.
“Sehingga kita dapat merumuskan langkah-langkah strategis ke depan untuk pengembangan potensi sumber daya alam secara khusus dalam bidang pertanian dan peternakan ke depan.” ungkapnya.
Selain seminar, jajaran Perum Bulog juga meninjau area calon pembangunan gudang modern untuk mendukung distribusi pangan, sentra peternakan sapi lokal sebagai potensi pengembangan bisnis, serta rumah pemotongan hewan (RPH) sebagai bagian dari ekosistem rantai pasok.
Kunjungan ini merupakan langkah awal dalam memetakan potensi kerja sama, investasi pangan, dan penguatan infrastruktur logistik di Papua Selatan. Upaya ini perlu terus didukung dan mengoptimalkan juga potensi-potensi lokal yang sudah digagas dan lebih memberdayakan masyarakat.
Salah satunya inisiatif meningkatkan produksi pangan (padi) oleh para petani dalam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tabur Tuai Wasur II, Kelurahan Rimba Jaya, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke.
Upaya Gapoktan Tabur Tuai ini tidak lepas dari peran tokoh masyarakat Papua Selatan, John Gluba Gebze, yang konsisten mendukung dan mendampingi para petani. Sejak awal tahun 2025, para petani sudah menjalankan proses penanaman padi di pelataran Wasur 2 yang juga sentra pertanian utama Merauke.
Pada Juli lalu, pembibitan sudah dilakukan beberapa kali dan saat itu lahan penanaman sudah siap sekitar 30 hektare. “Ini benar-benar inisiatif dari petani dan saya mendorong cara-cara yang nyata melalui produksi padi ini,” ujar John Gebze, Minggu (13/7/2025).
Dia menegaskan kegiatan Gapoktan ini tidak hanya sebatas produksi padi tetapi juga upaya untuk meningkatkan kesejahteraan. Di sisi lain, pihaknya juga mengajak beberapa generasi muda yang memiliki niat dan ketertarikan untuk terjun bersama petani. [SP]

Leave a Reply