Peruri Own Voice: Suara Karyawan sebagai Sumber Kekuatan Perusahaan

JAKARTA, SP – Suasana hangat dan penuh inspirasi terasa di Ruang Wahyu Hagono, Kantor Peruri Karawang, Jawa Barat, saat ratusan karyawan berkumpul dalam acara yang unik. Bukan rapat, bukan pula pelatihan teknis, tapi Peruri meluncurkan Peruri Own Voice (POV) Playbook Series. Ini merupakan rogram komunikasi inovatif yang menempatkan suara karyawan sebagai kekuatan utama dalam membangun citra perusahaan.

Dalam keterangannya Selasa (12/8/2025) disebutkan program perdana ini dibuka Dwina Septiani Wijaya selaku Direktur Utama Peruri dan mengusung tema “Inspire Change from The Inside Out”.
Dia mengatakan bekerja di Peruri bukan sekadar menjalankan kewajiban atau mencari nafkah, melainkan tanggung jawab lebih besar terhadap keluarga, masyarakat, dan negara.

“Setiap insan Peruri membawa harapan bagi orang-orang terdekatnya. Kebanggaan menjadi bagian dari Peruri harus tumbuh dari kesadaran bahwa pekerjaan kita hari ini adalah warisan nilai dan kontribusi yang akan dirasakan manfaatnya oleh banyak orang,” ujarnya.

POV memiliki visi menjadikan karyawan sebagai motor penggerak perubahan. Melalui konten orisinal buatan karyawan, mulai dari video, tulisan, hingga gambar, POV menghidupkan narasi yang mencerminkan budaya, nilai, dan arah strategis perusahaan. Konsep ini dikenal sebagai Employee-Generated Content (EGC).

Vena Annisa, pakar komunikasi, memulai sesi dengan membahas pentingnya membangun personal branding yang otentik. “Personal branding adalah proses atau tindakan strategis untuk membangun dan mengelola persepsi orang lain tentang siapa anda, apa nilai-nilai anda, dan apa yang membuat anda unik,” tegasnya.

Sesi selanjutnya dilengkapi dengan penampilan Raditya Dika yang juga komedian, penulis, dan filmmaker. Dengan gaya khas, Radit membagikan pengalaman kreatifnya dalam menciptakan cerita. Semua karyanya mulai dari novel hingga film berakar dari kegelisahan pribadi.

“Menulis adalah fondasi dari semua bentuk bercerita. Dari tulisan bisa lahir novel, cerpen, lagu, bahkan film. Bahan bakunya adalah kegelisahan. Kalau kalian bingung mau mulai dari mana, mulai dari apa yang bikin kalian resah,” tuturnya.

POV merupakan gerakan (movement) untuk mengajak karyawan terlibat aktif dalam membangun reputasi perusahaan dari dalam. Sebab, suara karyawan yang tulus dan apa adanya dapat lebih dipercaya publik. Inilah bentuk nyata dari employee advocacy, saat karyawan menjadi wajah dan juru bicara yang paling otentik bagi perusahaan tempat mereka bekerja.[BW/SP]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*