Dongkrak Produktivitas Petani, Peruri Luncurkan Program Smart Farming di Garut

GARUT, SP – Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) meluncurkan solusi meningkatkan produktivitas pertanian melalui program smart farming berbasis teknologi Internet of Things (IoT). Program ini menjadi upaya Peruri mendorong transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern yang cerdas, efisien, dan berkelanjutan.

Dalam keterangan tertulis Jumat (4/7/2025), Peruri menyebutkan program tersebut dilakukan di tiga kecamatan Kabupaten Garut, Jawa Barat, yakni Cisurupan, Cikajang, dan Banjarwangi. Melalui program ini, Peruri memperkenalkan pendekatan smart farming yang memungkinkan pemantauan kondisi lahan secara real-time. Kemudian penggunaan data analitik dalam pengambilan keputusan hingga sistem otomatisasi dalam pengelolaan lahan dan sumber daya pertanian.

“Teknologi menjadi kunci menjawab tantangan pertanian saat ini. Melalui pendekatan smart farming, kami ingin menciptakan pertanian lebih presisi, hemat biaya, dan ramah lingkungan,” ujar Aris Wibowo, Penanggung Jawab Strategic Corporate Branding dan TJSL Peruri.

Dalam pelaksanaannya, Peruri menggandeng Tinatani Harvest Indonesia, perusahaan agroindustri hortikultura yang berbasis di Kampung Andir, Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan. Sebagai mitra pelaksana, Tinatani berperan mendampingi para petani dan membantu distribusi hasil panen melalui skema pemasaran berbasis business-to-business (B2B).

Program smart farming ini tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi, tetapi juga membangun ekosistem pertanian yang inklusif dan berdampak sosial. Melalui pelatihan, pendampingan, serta integrasi teknologi, Peruri memperkuat kapasitas petani lokal agar mampu mengelola pertanian secara lebih presisi, efisien dalam penggunaan air dan pupuk, serta menghasilkan panen yang lebih optimal.

Dengan inisiatif ini, Peruri menegaskan komitmen mendukung pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya di sektor pangan dan pertanian. Program ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain, dalam rangka mempercepat modernisasi sektor pertanian nasional.

Seperti diketahui, pertanian di Indonesia telah menjadi salah satu sektor vital yang menopang kehidupan banyak orang, terutama bagi para petani di pedesaan. Meski memiliki potensi besar, petani Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan akses teknologi, perubahan iklim, ketergantungan pada metode pertanian tradisional, dan harga yang fluktuatif. [PR/SP]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*