Anaknya Jadi Korban Pengeroyokan, Ilyas Indra Minta Pelaku Dihukum Berat

JAKARTA, SP – Ketua Pengurus Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) dan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Negeri Syarif Hifayatullah Ciputat, Dr. Ilyas Indra, mendampingi putranya Hasan Amirin Damar Jati membuat laporan ke kepolisian.

Pasalnya putranya yang menjadi mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Semester 1 telah menjadi korban pengeroyokan di pinggir jalan seberang Kafe Loteng Malang, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Dr. Ilyas Indra selaku ayah dari Hasan Amirin Damar Jati berdasarkan hal yang dialami dan disaksikan banyak orang di tempat kejadian dianiaya oleh  7 hingga 8 orang pelaku.

Ia menyampaikan kepada awak media bahwa keluarga yang mendampingi Hasan sudah melaporkan kejadiannya pengeroyokan tersebut ke aparat kepolisian.  “Pelaku pengeroyokan Putra kami diduga dilakukan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Elang Mulia dan Hasan A serta kawan kawan,” ujar Ilyas, Selasa (5/9/2023) dalam keterangannya.

Pelaporan pihaknya disebut Ilyas sudah di terima dengan baik oleh Polres Kota Malang Provinsi Jawa Timur, proses pelaporan di awali dengan pendataan dan visum di Rumah Sakit dekat Polres Malang.  “Dimana masih ada lebam lebam di dada, luka di leher, tangan, belakang kepala dan pinggang,” jelas Ilyas.

Sebagai seorang ayah, Ilyas mengaku sangat prihatin dimana Hasan amirin Damar Jati yang di jaga dari kecil adalah anak baik, selalu berprestasi di sekolahnya dari SD, SMP hingga Lulus dari SMA Negeri 6 Jakarta, salah satu SMA Favorit di DKI Jakarta dan masuk ke Universitas Brawijaya melalui jalur undangan Prestasi Akademik.  “Jangankan memukul atau membanting kami sebagai orang tua membentak saja hampir tidak pernah, karena Hasan Amirin anak yang baik,” ungkap Ilyas Indra.

Dalam peristiwa pengeroyokan yang dilakukan 7 – 8 orang tersebut, Ilyas Indra menyampaikan bahwa anaknya diperlakukan seperti bukan kepada manusia dengan di tendang, dipukul, didorong, di jatuhkan ke trotoar di tepi jalan raya. Dan yang paling memilukan dirinya sebagai ayah adalah mengetahui anaknya diludahi oleh para pelaku.

“Dan hal yang paling berdampak tentu psikis dan mental anak kami yang mengalami proses tekanan pengeroyokan tersebut serta rasa trauma yang mendalam,” terang Ilyas.

Ilyas Indra berharap pelaporan anaknya dapat di proses dengan baik oleh Polres Kota Malang.  “Semoga pihak kepolisian dapat menangkap semua pelaku yang melakukan pengeroyokan tersebut,” pungkasnya. [sp]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*