Modul Pendidikan Laudato Si’, Upaya Membangun Kesadaran Ekologis Sejak Dini

Penyerahan modul pendidikan Laudato Si

BOGOR, SP – Krisis yang mengancam bumi dan kehidupan manusia harus diantisipasi dengan berbagai cara yang melibatkan semua pihak. Salah satu yang cukup mendasar adalah perlunya karakter dan pola hidup peduli bumi, manusia dan segala ciptaanNya sejak dini. Untuk itu, Gerakan Laudato Si’ Indonesia (GLSI) bekerja sama dengan lembaga Pendidikan Katolik melalui Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) meluncurkan Modul Pendidikan Laudato Si’.

Keterangan tertulis yang diterima SP akhir pekan lalu menyebutkan Modul Pendidikan Laudato Si’ diluncurkan oleh Uskup Bogor sekaligus Sekretaris Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM bersama Uskup Tanjung Karang Mgr Vinsensius Setiawan Triatmojo.
Kegiatan peluncuran buku bertepatan dengan perayaan Nasional 10 Tahun Ensiklik Laudato Si pada Minggu (7/9/2025) di Sentul City, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan selama 3 hari itu diikuti 150 peserta animator Laudato Si’ dari 11 keuskupan seluruh Indonesia.

Mgr Paskalis Bruno Syukur berharap modul atau bahan ajar pendidikan tersebut dapat digunakan murid-murid dan para guru. “Semoga mereka akan bertumbuh dan berkembang menjadi manusia-manusia ekologis dan terus-menerus menjalankan dan melakukan pertobatan ekologis, mencintai Tuhan, mencintai sesama, dan mencintai alam ciptaan,” ujar Uskup Paskalis.

Koordinator Tim Kerja Nasional (TKN) GLSI Cyprianus Lilik KP menjelaskan GLSI sendiri merupakan gerakan dan jaringan global yang terinspirasi oleh ensiklik Laudato Si’ dari mendiang Paus Fransiskus tahun 2015. Ensiklik Laudato Si’ adalah dokumen yang menyerukan kepedulian terhadap lingkungan dan keadilan iklim. GLSI mendorong pertobatan ekologis dan perubahan gaya hidup, menginspirasi dan mengaktifkan komunitas-komunitas untuk merawat bumi, rumah kita bersama, untuk mencapai ‘keadilan iklim dan ekologis’ (climate and ecological justice).

Sr. Vincentia HK, yang menjadi koordinator penyusunan Modul Pendidikan LS tersebut, mengatakan pendidikan adalah pintu masuk yang sangat penting, yang sejak awal menjadi prioritas mendiang Paus Fransiskus. “Sektor Pendidikan sangat strategis, dalam menyemai benih kesadaran dan praksis ekologis, ruang pembentukan karakter manusia kedua setelah keluarga,” ujarnya.

GLSI sektor pendidikan secara aktif membangun kerja sama dengan Lembaga Pendidikan Katolik melalui MNPK, unit-unit sekolah, yayasan pendidikan Katolik. Dalam proses animasi dan edukasi ini muncul kebutuhan panduan sistematis dan materi khusus yang membawa semangat dan nilai-nilai Laudato Si’.

Berangkat dari kebutuhan ini, juga semangat Jubelium dan 10 tahun Ensiklik Laudato Si, GLSI sektor pendidikan, dengan arahan Pater Darmin Mbula OFM, sebagai ketua presidium MNPK, memulai proses pembentukan tim melibatkan guru-guru dari unit-unit sekolah di bawah yayasan. Penyusunan modul pendidikan ini melibatkan 32 guru dari berbagai lembaga pendidikan Katolik, seperti Kanisius, Tarakanita, Ursulin, HK, Strada, dan lain-lain. Penyusunan modul Pendidikan LS ini didukung sepenuhnya oleh Komisi Pendidikan KWI.

“Selama 9 bulan proses dijalani dengan ketekunan dan tak kenal lelah dari para guru, hingga hari ini kita dapat mempersembahkan, modul pendidikan Laudato Si’, di momen 10 tahun ensiklik Laudato Si’,” ujar Sr. Vincentia HK. [PR/SP]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*