JAKARTA, SP – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang biasa berjualan di Pantai Lagoon Ancol, Jakarta Utara menolak kebijakan manajemen Ancol dalam penataan pedagang dengan memberlakukan satu gerobak diisi dua pedagang.
Terkait itu, anggota Komisi C DPRD Jakarta, Tri Waluyo, menemui langsung sekitar 20 PKL di kawasan wisata Ancol di Jakarta Utara, Kamis (6/2/2025). Para pedagang menolak diberlakukannya satu gerobak diisi dua pedagang yang menjadi program PT Pembangunan Jaya Ancol. Adapun program itu dicanangkan Ancol sudah sejak satu tahun lalu sebagai bentuk penertiban kawasan pantai. Namun, sebagian pedagang menilai penertiban itu justru merugikan.
“Hasilnya dibagi dua, misalnya kita dapat Rp 100 ribu. Maka 60 persen kita setor ke Ancol, 40 persennya lagi kita harus bagi dua dengan teman segerobak,” ucap Yanti.
Dikatakan, para pedagang yang belum ikut program dari Ancol, tidak boleh berdagang di sepanjang Pantai Lagoon sisi timur yang dianggap kawasan steril. Padahal, mereka sudah bertahun-tahun menjajakan dagangannya di kawasan itu.
Pedagang lainnya, Suparno menjelaskan ada 171 pedagang dalam paguyuban Koperasi Sejahtera Makmur Mandiri Ancol. Manajemen Ancol tengah menerapkan program penertiban pedagang asongan sejak 2024 lalu.
Anggota DPRD DKI Jakarta Tri Waluyo lalu menggelar pertemuan dengan para pedagang di pinggir pantai untuk mendengarkan aspirasinya. DPRD akan mengundang manajemen PT Taman Impian Jaya Ancol untuk rapat kerja membahas tentang nasib pedagang yang menolak program satu gerobak berdua.
“Kita mengundang pihak Ancol untuk melaksanakan rapat kerja di DPRD terkait pedagang di Ancol ini. Kami sudah melakukan komunikasi dengan Direktur Utama Ancol,” kata Tri.
Dalam penataan pedagang itu, para pedagang akan diberikan modal dan difasilitasi Ancol. Kemudian, pedagang hanya diminta mengembalikan modal. “Artinya di sini ada miss, kita melihat ada keluhan pedagang sendiri perihal sharing profit untuk Ancol 60 persen, dan pedagang 40 persen,” kata dia.
Pihaknya akan memfasilitasi proses mediasi antara para pedagang dan pihak Ancol, sehingga diharapkan mendapatkan titik temu dan solusi terbaik. Tri berharap pihak manajemen bersikap arif dan bijaksana terhadap PKL di dalam kawasan Ancol. Apalagi Ancol sudah perusahaan publik masuk bursa saham. [CR/SP]

Leave a Reply