YPTB Somasi Maurice Blackburn Soal Transparansi Dana Kompensasi Montara

Ferdi Tanoni aktif mendorong diplomasi dan advokasi korban pencemaran Laut Timor.

KUPANG, SP – Penantian 15.483 korban pencemaran Laut Timor di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mendapatkan dana kompensasi Tragedi Montara masih berlarut-larut. Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) yang melakukan advokasi sejak empat belas tahun silam mengajukan somasi kepada kantor pengacara Maurice Blackburn.

Dalam somasi pertama melalui Kantor Pengacara Fransiskus Dj, Tulung,SH & Partners tertanggal 25 Agustus 2023, YPTB mengajukan beberapa hal yang harus segera dijelaskan pihak Maurice Blackburn.

Ketua YPTB Ferdi Tanoni mendesak agar segera dilakukan pembayaran dana ganti rugi kepada seluruh korban di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Rote Ndao. Kemudian mempertanyakan jumlah, mekanisme dan presentasi yang diambil dari dana kompensasi oleh pihak Australia.

“Segera sampaikan kepada kami berapa besar dana kompensasi yang diterima Maurice
Blackburn Lawyers dari PTTEP Australasia (Ashmore and Cartier) dan berapa yang
telah dipotong dari dana kompensasi tersebut,” tegas Ferdi.

YPTB juga mempertanyakan kejelasan dana dan bank mana saja yang menyimpan dana kompensasi tersebut. Secara khusus, Ferdi juga mendesak pembayaran atas karya dan jasa yang sudah dilakukan YPTB sejak meledaknya kilang Montara 21 Agustus 2009.

“Segera melakukan pembayaran karya dan jasa yang dibuktikan dengan stempel YPTB yang digunakan dalam setiap lembar Surat Identitas Petani Rumput Laut sebanyak 15,483 buah. Pengesahan dengan stempel YPTB itu merupakan bagian administrasi dalam proses perkara class action di Pengadilan Federal Australia ini yang tidak bisa dipisahkan,” jelas Ferdi yang juga penulis buku Skandal Laut Timor itu.

Dijelaskan, somasi pertama dikeluarkan untuk segera mendapatkan jawabannya dari Maurice
Blackburn dalam waktu satu minggu sejak tanggal surat somasi tersebut.

Dalam laman resminya, Maurice Blackburn menyebutkan telah memasukan gugatan class action pada 3 Agustus 2016 di Pengadilan Federal (Federal Court) Australia. Maurice Blackburn hadir setelah menggantikan kantor pengacara Leigh Day & Co dari Inggris.

Pada Nopember 2021 Pengadilan Federal Australia memberikan putusan bahwa Daniel Astabulus Sanda yang mewakili para korban sebagai pemenang class action tersebut.
Kemudian terjadi perundingan antara Daniel Astabulus Sanda-Maurice Blackburn dan PTTEP Australasia (Ashmore and Cartier) Pty.Ltd di Sydney. Adapun kesepakatannya PTTEP Australasia (Ashmore and Cartier) Pty.Ltd bersedia membayar ganti rugi kepada para petani rumput laut senilai AU$ 192.000.000 (seratus sembilan puluh dua juta dolar Australia). [PR/SP]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*